COBIT 5 - Week 1
Sejarah Perkembangan COBIT
Control
Objectives for Information and Related Technologies atau COBIT adalah suatu
framework yang digunakan untuk manajemen dan pengendalian teknologi informasi.
COBIT dapat diterapkan pada organisasi dan industri untuk memastikan kualitas,
kontrol, dan keandalan sistem informasi. Berikut sejarah perkembangan COBIT :
- Pada tahun 1996 COBIT generasi pertami (COBIT 1.0) dibuat oleh ISACA atau Information Systems Audit and Control Association untuk memonitor pertumbuhan di lingkungan IT agar lebih mudah.
- COBIT generasi kedua (COBIT 2.0) dirilis pada tahun 1998 untuk memperluas cakupan COBIT agar mencakup lebih banyak area dan menciptakan struktur yang lebih terorganisir.
- COBIT 3.0 diluncurkan pada tahun 2000 yang mengintegrasikan COBIT dengan kerangka kerja seperti ITIL dan ISO 17799 untuk menyediakan lebih banyak panduan dan alat dalam menerapkan prinsip COBIT.
- COBIT 4.0 generasi keempat COBIT dirilis pada tahun 2005 yang lebih menekankan untuk integrasi COBIT dengan standar internasional dan praktik terbaik. COBIT 4.0 difokuskan pada pengukuran kerja dan pengukuran niali.
- COBIT 5.0 diluncurkan oleh ISACA pada tahun 2012 yang menggabungkan COBIT dengan kerangka kerja lain seperti ITIL dan TOGAF. COBIT 5.0 menyediakan kerangka kerja yang komprehensif untuk pengelolaan dan pengendalian TI.
- COBIT 2019 adalah versi terbaru dari generasi kelima yang lebih komprehensif dan lebih fleksibel. COBIT 2019 dapat digunakan oleh semua perusahaan apapun karena memiliki kerangka kerja yang lebih umum dibanding sebelumnya. COBIT 2019 lebih menekankan adaptibilitas, fleksibilitas, dan keterkaitan dengan kerangka kerja lainnya.
Perbedaan COBIT 5 dan COBIT 2019
Pada COBIT 5 menggunakan Process Assessment Model
(PAM) yang membagi kerja TI dalam perusahaan menjadi dua bidang yaitu tata
kelola dan manajemen. Sedangkan COBIT 2019 menggunakan Capability Maturity
Model Implementation (CMMI) v2 yang memungkinkan evaluasi lebih komprehensif
dan lebih fleksibel dalam mengukur kemampuan organisasi.
COBIT 2019 memiliki 40 obyektif tata Kelola dan manajemen, termasuk tambahan obyektif baru yang belum ada di COBIT 5. Sementara itu COBIT 5 hanya memeiliki 37 proses dalam model refrensi prosesnya.
Perbedaan Balance Scorecard dan IT Balance Scorecard
BSC adalah
kerangka kerja yang dikembangkan oleh Kaplan dan Norton pada tahun 1992. BSC
dapat membantu organisasi untuk mengukur sejauh mana kinerja manajemen atau
sistem manajemen strategis dari visi dan strategi perusahaan dapat berhasil
diimplementasikan.
BSC memiliki 4 perspektif utama
- Financial Perspective
- Customer
Perspective
- Internal Business Perspective
- Learning and Growth Perspective
IT BSC adalah transisi dari BSC yang diterapkan khusus untuk teknologi informasi dalam membantu mengukur kinerja TI dan menghubungkannya dengan tujuan bisnis secara efektif.
4 perspektif dalam IT BSC
- Costumer Orientation
- Coroporate Contribution
- Operational Excellence
- Future Orientation
Seven Enablers COBIT 5
COBIT 5
memiliki seven enablers
yang berperan penting dalam mendukung implementasi dan keberhasilan kerangka
kerja.
- Prinsip. Kebijakan, dan Kerangka Kerja. Pada enabler ini merumuskan kebutuhan dan perilaku stakeholder menjadi panduan praktis.
- Proses. Pada enabler ini memberikan rincian tentanf rangkaian kegiatan dan aktivitas praktis yang dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan.
- Struktur Organisasi. Hal ini menjadi kunci dalam pengambilan Keputusan di perusahaan. Keputusan yang dibuat harus memenuhi kebutuhan dan tujuan para stakeholder.
- Budaya, Etika, dan Perilaku. Perusahaan memerlukan standar untuk menilai budaya, etika, dan perilaku yang mendukung nilai dan tujuan bersama.
- Informasi. Hal ini menjadi faktor penting dalam kegiatan bisnis di perusahaan, selain itu informasi digunakan untuk membuat keputusan.
- Layanan, Infrastruktur, dan Aplikasi. Enabler ini berkaitan dengan layanan TI, infrastruktur, dan aplikasi yang mendukung operasional perusahaan.
- Orang, Keahlian, dan Kompetensi. Enabler ini sangat mempengaruhi keberhasilan implementasi COBIT 5 karena semua tergantung dari kompetensi dan keterampilan individu yang terlibat proses dalam tata Kelola TI.
Jika
memperhatikan tujuh enabler ini, maka perusahaan dapat mengoptimalkan
penggunaan TI dan mencapai tujuan bisnis secara efektif.
Mind Map E-Book COBIT 5
2.
https://www.altha.co.id/insights/pengertian-COBIT-2019-dan-COBIT-5-serta-perbedaan-keduanya
3.
https://itgid.org/cobit-2019-vs-cobit-5/
4.
https://mmsi.binus.ac.id/2017/11/17/balanced-scorecard-dan-it-balanced-scorecard/
5.
https://sis.binus.ac.id/2019/03/15/7-enablers-pada-cobit-5/
Aldy Ramadhan Putra Satria / 1204210051

Komentar
Posting Komentar