COBIT 5 - Week 2

Relasi antara Good Coorporate Governan (GCG) dengan Tata Kelola SI/TI Serta Regulasi Nasional yang mengatur Tata Kelola TI di Indonesia

    Good Corporate Governance membantu memastikan bahwa perusahaan dijalankan dengan etika tinggi, transparansi, dan akuntabilitas. Sementara itu tata Kelola SI/TI memastikan bahwa pengelolaan sistem dan teknologi informasi di perusahaan berjalan efektif dan sesuai dengan tujuan bisnis serta kebijakan perusahaan.

    Di Indonesia, ada beberapa regulasi yang mengatur Tata Kelola TI. Seperti, UU ITE yang mengatur penggunaan teknologi informasi dan transaksi elektronik. Ada juga peraturan dari Bank Indonesia dan OJK yang menetapkan standar untuk pengelolaan TI khususnya bagian keuangan. Untuk Instansi pemerintah, terdapat regulasi dari Kementrian Komunikasi dan Informatika yang mengatur Tata Kelola TI di lingkungan pemerintahan.

    Jadi hubungan antara GCG dan Tata Kelola SI/TI serta Regulasi Nasional yang mengatur Tata Kelola TI di Indonesia adalah GCG membantu menegakkan prinsip-prinsip yang penting dalam Tata Kelola SI/TI untuk memastikan perusahaan beroperasi secara optimal dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Studi kasus penerapan BSC dan IT BSC pada bidang maritim, transportasi, dan logistic

Bidang Maritim

    PT Seafer Logistics adalah perusahaan logistic yang berjalan pada bidang maritim. Perusahaan ini menerapkan BSC dan IT BSC untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pelayanan pelanggan. Untuk memenuhi tujuan tersebut, perusahaaan menggunakan indicator kinerja utama, seperti memantau keandalan sistem IT yang digunakan untuk mengelola informasi pengiriman dan pelacakan barang, menilai keluasan pelanggan melalui survey, memantau Tingkat adopsi teknologi terbaru dalam proses pengiriman, dan menyediakan pelatihan dan pengembangan bagi tim IT. Dengan pendekatan ini, PT Seafarer Logistics berhasil menigkatkan efisensi operasioanl mereka serta kualitas layanan pelanggan, dan memberikan keunggulan kompetitif di industry logistic maritim.

Bidang Transportasi

    PT Transportasi Maju menerapkan pendekatan Balanced Scorecard (BSC) dan IT Balanced Scorecard (IT BSC) untuk meningkatkan efisiensi dan layanan pelanggan. Mereka fokus pada keandalan sistem IT, kepuasan pelanggan, inovasi teknologi, dan pengembangan karyawan IT. Dengan memantau indikator kinerja seperti uptime sistem, survei kepuasan pelanggan, dan adopsi teknologi baru, perusahaan dapat mengidentifikasi area untuk perbaikan dan mengambil tindakan yang diperlukan. Hasilnya, PT Transportasi Maju berhasil meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan kepada pelanggan.

Bidang Logistik

    PT LogistikMaju, sebuah perusahaan logistik besar yang berhasil meningkatkan efisiensi operasionalnya dengan menerapkan Balanced Scorecard (BSC) dan IT BSC. Mereka mengatur tujuan utama untuk meningkatkan efisiensi dalam proses pengiriman barang, manajemen persediaan, dan pengiriman tepat waktu kepada pelanggan. Dalam penerapan BSC, mereka memantau indikator keuangan seperti biaya operasional per unit barang, tingkat ROI dari investasi teknologi, dan profitabilitas keseluruhan. Selain itu, mereka juga mengukur tingkat kepuasan pelanggan melalui survei, waktu pengiriman yang tepat, dan tingkat keluhan pelanggan. Di sisi proses internal, PT LogistikMaju memantau efisiensi proses logistik, tingkat penggunaan kapasitas gudang, dan tingkat otomatisasi dalam pengiriman. Dalam penerapan IT BSC, PT LogistikMaju memantau keandalan sistem IT, kepuasan pelanggan melalui teknologi, inovasi teknologi, dan pengembangan karyawan IT. Hasilnya, perusahaan berhasil meningkatkan efisiensi operasional mereka secara signifikan, dengan waktu pengiriman barang kepada pelanggan berkurang, tingkat keluhan pelanggan menurun, dan kepuasan pelanggan meningkat. 

Penerapan COBIT 5 Cascade

COBIT 5 Cascade adalah kerangka kerja yang membantu organisasi mengatur teknologi informasinya dengan lebih baik. Dengan mengidentifikasi kebutuhan semua pihak terkait, menyelaraskan tujuan TI dengan tujuan bisnis, dan menetapkan proses dan praktik yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut, termasuk risiko, pengukuran kinerja, dan pengelolaan sumber daya.

Contoh studi kasus

Amazon Web Services (AWS) adalah penyedia layanan cloud computing terkemuka yang menggunakan COBIT 5 Cascade untuk mengelola dan memaksimalkan penggunaan teknologi informasi. AWS mengidentifikasi kebutuhan pemangku kepentingan dari internal sampai eksternal, dan mengatur tujuan TI mereka dengan strategi bisnis perusahaan. AWS memastikan tujuan TI sejalan dengan tujuan bisnis dan fungsional dengan bantuan COBIT 5 Cascade, serta menggunakan pendekatan BSC untuk melacak pencapaian tujuan secara keseluruhan. AWS juga mengidentifikasi proses dan praktik yang mendukung tujuan TI, seperti keamanan data, manajemen kapasitas, dan pengelolaan infrastruktur. Dengan demikian AWS memastikan pengelolaan teknologi informasi berjalan secara efisien da efektif.

7 Enabler pada kehidupan sehari hari

Studi kasus pada perusahaan ritel yang menggunakan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasionalnya :

1.     Principles, Policies, and Frameworks

Perusahaan menerapkan kebijakan privasi pelanggan berdasarkan prinsip etika dan hukum yang berlaku. Seperti, melindungi data pelanggan.

2.     Process

Proses bisnis dirancang untuk dintegrasikan online dan offline retailing. Misalnya, proses pemesanan produk secara online dan pengelolaan stok barang secara offline di toko.

3.     Organitational Structures

Perusahaan membentuk tim khusus e-commerce yang bertanggung jawab atas operasional di toko online. Tim ini terdiri dari manajer produk, pengembang web, manajer marketing.

4.     Culture, Ethics, and Behavior

Karyawan pada perusahaan ini diberikan pelatihan etika bisnis agar dapat melayani pelanggan dengan baik dan benar.

5.     Informasi

Menganalisis data pelanggan untuk personalisasi penawaran produk. Menganalisis data seperti, preferensi pelanggan dan riwayat pembelian untuk mengoptimalkan pengalaman belanja.

6.     Services, Infrastucture, and Applications

Perusahaan mengimplementasi sistem customer relationship management (CRM) untuk pelacakan interaksi dengan pelanggan, manajemen kampanye, dan analisis data.

7.     People, Skills, and Competencies

Karyawan pada perusahaan mendapatkan pelatihan digital marketing untuk meningkatkan keterampilan dalam mengelola online marketing.



Mind Map




Aldy Ramadhan Putra Satria / 1204210051


Sumber Refrensi :

https://greatdayhr.com/id-id/blog/mengenal-good-corporate-governance/

https://itgid.org/it-governance-salah-satu-pilar-utama-good-corporate-governance/

https://www.isaca.org/resources/news-and-trends/industry-news/2014/use-of-cobit-5-for-isaca-strategy-implementation

Auditing Amazon Web Services (isaca.org) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

COBIT 5 - Week 1

Penerapan COBIT 5 Goals Casade PT. VETPICUREAN Menggunakan Domain EDM 01

Sains Dan Teknologi